Pages

Search This Blog

Thursday, July 2, 2015

Instalassi Debian

Instalasi Debian

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Bissmillahrirrohmanirrohim

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang instalasi debian.
Pada instalasi kali ini saya menggunakan debian versi 8.1
Langsung saja, kita ke langkah-langkahnya:
  1. Siapkan File S.O debian yang sudah disimpan di media penginstalan
  2. Pastikan BIOS sudah disetting dengan benar, masukan media instalasi(Flash Disk atau CD atau yang lain).
  3. Mulai masuk ke proses instalasi, seperti gambar di bawah ini
    Kita dapat memilih pilihan tersebut, karena kita akan menginstall, maka kita klik install
  4. Selanjutnya akan muncul menu bahasa untuk penginstalan(saya memilih english)
  5. Kemudian akan muncul menu Pilihan lokasi, karena kita di Benua Asia, maka kita pilih other
  6. Selanjutnya akan muncul menu pilihan Benua yang lain, kita pilih Asia
  7. Kemudian akan muncul menu pilihan Negara, kita pilih Indonesia
  8. Selanjutnya akan muncul menu pilihan Country to base default locale. kita pilih United states
  9. Kemudian akan muncul menu pilihan bahasa keyboard, kita pilih American English
  10. Selanjutnya akan masuk ke proses instalasi, kita tunggu sampai selesai, dan pada kali ini saya menggunakan konfigurasi IP static, jadi Configurasi jaringan DHCP akan failed, kita enter untuk melanjutkan.
  11. Kemudian akan muncul menu pilihan konfigurasi network, kita pilih Configure network manually
  12. Selanjutnya akan muncul menu pilihan konfigurasi jaringan, kita masukan IP address-nya
  13. Kemudian akan muncul menu konfigurasi gateway, kita pastikan gateway sudah benar, lalu continue
  14. Selanjutnya akan muncul menu konfigurasi name server addresses, kita pastikan IP sudah benar, lalu continue
  15. Kemudian akan muncul menu konfigurasi hostname(misal saya menggunakan smk) lalu continue
  16. Selanjutnya akan muncul menu konfigurasi Domain name(misal: ypekroya.sch.id), lalu continue
  17. Kemudian akan muncul menu pengaturan password root(password baru), lalu continue
  18. Selanjutnya akan muncul menu masukan password lagi(untuk meyakinkan password)
  19. Kemudian akan muncul menu masukan full name(isi nama lengkap), lalu continue
  20. Selanjutnya akan muncul menu masukan username(isikan nama), lalu continue
  21. Kemudian akan muncul menu pengaturan password untuk pengguna/user(isikan passwordnya), lalu continue
  22. Selanjutnta akan muncul menu masukan password ulang(untuk memastikan password)
  23. Kemudian akan muncul menu konfigurasi waktu, kita pilih western
  24. Selanjutnya akan muncul menu jenis metode pembuatan partisi(saya menggunakan pilihan yang kedua, secara otomatis)
  25. Kemudian akan muncul menu pilihan hardisk yang akan dipartisi, klik enter
  26. Selanjutnya akan muncul menu skema partisi(saya memilih semua file)
  27. Kemudian akan muncul menu pertanyaan bahwa konfigurasi akan diterapkan, pilih yes
  28. Selanjutnya akan muncul menu akhir dari pertisi hardisk, kita pilih 
  29. Kemudian akan muncul menu pertanyaan bahwa hardisk akan di isi, pilih yes
  30. Selanjutnya akan muncul proses installing the base system, kita tunggu saja(proses ini sedikit lama)
  31. Kemudian akan muncul menu yang berisi bahwa CD/DVD akan di scan(kita pilih no)
  32. Selanjutnya akan muncul menu yang berisi penggunaan mirror, pilih no
  33. Kemudian akan masuk proses configuring apt
    (proses ini cukup lama)
  34. Selanjutnya akan muncul menu pilihan apakah akan berpartisipasi dalam surver(kita pilih no)
  35. Kemudian akan muncul menu pilihan software yang dibutuhkan
    kita pilih ssh server dan standard system utilities(dengan menekan tombol space untuk menandai)
  36. Selanjutnya akan muncul menu yang berisi apakah akan install GRUB boot, kita pilih Yes
  37. Kemudian akan muncul menu yang berisi bahwa type device for boot loader instalation, kita pilih pilihan yang kedua
  38. Selanjutnya akan muncul menu yang berisi instalasi telah selesai, lalu pilih continue
  39.  
Selesai. Proses instalasi Debian telah selesai, semoga postingan saya kali dapat bermanfaat bagi anda

<Terima_Kasih>

Wednesday, July 1, 2015

Sinkronisasi Waktu Di Proxmox

SINKRONISASI WAKTU DI PROXMOX

Assalamu'alaikum
Bismillahirrohmanirrohim

Langsung saja kita masuk ke langkah-langkahnya :

1. Kita buka terminal (Cara cepatnya tekan ctrl+alt+T)
2. Selanjutnya kita masukan perintah
    #ssh root@192.168.10.4(ip yang ingin kita atur waktunya/ip proxmox) enter
3. Tulis yes lalu masukkan pasword seperti gambar di atas
4. Lalu kita lanjutkan dengan perintah
    #dpkg-reconfigure locales (enter)
5. Lalu akan muncul tampilan seperti dibawah ini dan tandai dengan space seperti berikut

6. Kemudian pilih seperti gambar berikut ok
7. Selanjutnya ketikan perintah #nano /etc/ntp.conf (enter)

8. Kemudian ganti tulian "debian.pool" menjadi "id.pool"
9. Selanjutnya kita restart dengan perintah
    #/etc/init.d/ntp restart
10. Kemudian lanjutkan dengan perintah
     #ntpq -p
11. Kemudian kita coba ping "google.com"
12. Terakhir kita reload proxmox dan lihat apakah waktunya sudah benar


Alhamdulillah, langkah-langkah sinkronisasi waktu pada proxmox sudah selesai
<Semoga_Bermanfaat>
<Terima_Kasih>



Monday, June 29, 2015

Instalasi Proxmox Virtualisasi


 Menginstall PROXMOX (VIRTUALISASI) 

Metode Installasi PROXMOX
Sama seperti sistem operasi lainnya menginstall proxmox ada beberapa metodenya

a. Menggunakan CD Installer
  Cara ini merupakan sudah umum digunakan dan cara yang dulu.
b. Menggunakan LIVE USB
Cara ini memiliki cara kerja yang sama dengan menggunakan CD installer hanya berbeda pada media yang digunakan adalah USB flash. Metode ini sangat bermanfaat apabila suatu komputer tidak memiliki perangkat CD/DVD ROM.

Installasi

Setelah mempelajari mengenai pengenalan Proxmox tahap selanjutnya adalah melakukan proses instalasi Proxmox untuk dapat digunakan sebagai OS virtualisasi. Perlu diketahui bahwa Proxmox bersifat Bare-Metal OS sehingga sistem antarmuka yang digunakan akan berupa Text Mode dan sebagian konfigurasi yang dilakukan melalui sistem remote. Berikut adalah langkah-langkah yang dijalankan untuk proses instalasi Proxmox.

a. Download Proxmox VE di http://www.proxmox.com/downloads/proxmox.
b. Burning kedalam CD atau menggunakan Live USB.
c. Booting komputer menggunakan CD yang sudah diburn atau jika tidak boot
komputer menggunakan USB.
d. Pada langkah pertama akan muncul halaman awal instalasi, kemudian tekan
ENTER.
e. Langkah selanjutnya pilih I Agree pada bagian lisensi. Proxmox ini dirilis dalam lisensi GPL sehingga bisa digunakan secara bebas (free).
f. Setelah menyetujui lisensi langkah berikutnya adalah memilih hardisk yang akan digunakan untuk sistem Proxmox. Perlu diketahui bahwa Proxmox akan
memformat seluruh isi hardisk dan mengisinya dengan sistem. Jadi hendaknya
backup terlebih dahulu bila sebelumnya hardisk tersebut berisi data-data penting.
g. Berikutnya adalah mengatur Location and Time selection yaitu menentukan lokasi dan zona waktu sistem Proxmox VE. Isikan pada tab Country dengan Indonesia.
h. Sama seperti sistem operasi Linux lainnya Proxmox juga mewajibkan untuk
penggunanya menetapkan password. Secara default sistem Proxmox memiliki user root. Kemudian isikan E-mail yang aktif, hal ini digunakan untuk monitoring, sehingga segala bentuk informasi akan dikirimkan ke e-mail tersebut.
i. Karena Proxmox dalam konfigurasinya kebanyakan menggunakan web based maka dalam hal ini wajib diatur IP untuk keperluan remote menggunakan web.
Setelah langkah-langkah yang telah dilakukan tadi maka proses instalasi pun dapat berjalan. Tunggu sekitar kurang lebih 30 menit sampai proses install selesai.
Apabila proses instalasi selesai kemudian sistem akan meminta untuk reboot.

AKSES WEB PROXMOX

Remotelah dari komputer client melalui browser menggunakan IP yang telah diatur sebelumnya. Dalam kasus ini menggunakan IP 192.168.42.2. Di awal akan muncul halaman login User Name dan Password. Isikan User Name dengan root kemudian Password sesuai apa yang telah diisikan pada saat langkah instalasi.
Setelah itu akan masuk ke halaman tampilan awal untuk konfigurasi Proxmox.
MENU PROXMOX

Ada banyak menu di Proxmox yaitu berada pada Datacenter. Alangkah baiknya sebelum kita melakukan konfigurasi Proxmox terlebih dahulu memahami fungsi dari masing- masing menu, antara lain :
a. Search : menu ini digunakan sebagai tempat pencarian baik pencarian node maupun storage
b. Summary : Menu ini menampilkan node-node yang aktif atau tergabung pada
cluster.
c. Storage : berisi inforamasi storage yang digunakan atau untuk membuat/edit/remove storage. Bermacam-macam tipe storage yang dapat digunakan mulai dari directori lokal, LVM, NFS, ISCSI, dan RBD.
d. Backup : membuat/edit/remove file image yang akan dibackup.
e. Users : membuat/edit/remove user yang akan digunakan digunakan Administrator, PVE Admin, dan lain-lain tergantung dengan hak yang diberikan sesuai dengan Roles.
f. Groups : membuat/edit/remove pengelompokkan user yang digunakan.
g. Pools : umumnya digunakan untuk keperluan pengelompokkan VM yang akan
dibuat.
Misalnya VM Database, VM Web, VM Windows dan VM Linux dan lain-
lain. Tujuannya adalah mempermudah sysadmin dalam mengelola VM.
h. Permissions : mempunyai fungsi sebagai pengelola hak akses untuk setiap user yang ada.
i. Roles : berisi daftar informasi hak akses yang dapat diberikan pada user.
j. Authentication : inforamasi mengenai protokol yang digunakan untuk authentikasi terhadap sistem Proxmox. Kita bisa menggunakan user yang ada pada AD atau LDAP untuk digunakan sebagai autentikasi pada Proxmox.
k. HA (High Avaliablity) : digunakan untuk keperluan High Avaliablity.

 Alhamdulillah, Selesai dulu untuk postingan saya tentang Instalasi ProxMox
semoga anda dapat mengambil manfaat
<Terima Kasih>
 
Blogger Templates